Senin, 20 Oktober 2008

Polisi Lalu Lintas.. Butuhkah kita???


POLANTAS, sebaiknya diganti POLANTAH = Polisi Lalu Lintah. Adalah polisi yang berkepribadian Lintah, Mengisap darah. Tapi sehaus-hausnya lintah tidak akan menghisap darah saudaranya sesama lintah. What??!! artinya untuk disamakan dengan Lintahpun Polantas masih lebih bermartabat si Lintah. masya Allah..

Setiap kali melihat mereka dijalan raya. menyetop kenderaan kita sambil berlagak bak seorang yang sopan dan profesional, mengangkat tangan sebagai tanda penghormatan bagi calon mangsa. Dengan trik ini kita diajak kompromi dengan mindset yang mereka punya, bahwa kita cukup mudah untuk diperbodoh.
Sempat saya berpikir "semiskin itukah polisi kita??" miskin uang juga hati. gak peduli petani pun dimangsanya. apakah benar gaji mereka dibawah minimum?? ternyata tidak. untuk pangkat terendah lulusan SMA saja mereka digaji berkisar 2juta/bulan. bandingkan dengan para mangsa mereka, petani yang seharian bekerja disawah yang mungkin bukan sawahnya sendiri, bekerja diteriknya matahari bermandi lumpur untuk menghidupi keluarganya yang mungkin anaknya banyak, harus menunggu hasil panennya setelah 3 bulan itupun masih diliputi cemas akankah panennya sukses atau setidaknya tidak diserang hama.
Polisi Si Raja Tega.
Inikah Polisi yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat? Inikah Polisi yang seharusnya menjaga Hukum tetap tegak adanya?. Ternyata itu isapan jempol belaka, Polisi menjadi inversi dari semua misi yang seharusnya mereka jalankan. Merekalah yang menjual hukum, mereka jugalah yang menganiaya rakyat. Merekalah yang memberimakan perutnya sendiri dengan keringat saudaranya. Korupsi yang terang2an dan pembelokan hukum sekena hatinya sendiri.
Berubahlah Polisi, Sadarlah kalian.. atau kalian akan selalu makan sumpah serapah kami di jalan raya, dimanapun kalian berhasil menjadikan kami mangsamu yang empuk karena tipu dayamu.

Tidak ada komentar: